Gitu Aja Kok Repot

Ketemu dosen yang gila ilmu. Karya tulisnya lumayan berjibun. Ia datang dan memandang kami sekelas dengan khidmat. Sambil bilang, “S2 itu: Santai-sukses”. Kami bertanya dengan khidmah dalam hati. Tentu ada maksud di balik itu semua. Santai dalam makna yang berbeda dari yang kita pahami, begitu juga dengan “sukses”.

Belajar adalah wajib, itulah prinsip yang seharusnya dipegang teguh. Bahkan, apa yang dihukumi demikian, maka hal yang menghantarkan kepada usaha tersebut juga wajib. Membaca wajib dan menulis juga wajib. Artinya, dalam 24 jam penggunaan waktu untuk belajar perlu sekali dimaksimalkan. agar tidak membebani, anggaplah belajar itu cemilan, makanan sehat pikiran setiap waktu. Jika masih kesulitan, paksakanlah, teruslah keluar dari zona nyaman.

KH. Djazuli Utsman menjadikan belajar sebagai thoriqoh. Beliau benar-benar Istiqomah di dalam belajar dan mengajar, bahkan hingga akhir hayatnya. Maka yang dibutuhkan sebenarnya adalah kesadaran dan memaksakan diri membiasakan apa yang masih baru: semisalnya sebelumya terbiasa santai-santai dan leha-leha.

Karena itulah, dibutuhkan niat yang kuat dan komitmen yang mengakar. “Lebih baik ga sama sekali daripada setengah-setengah”.

MGM | Bangkalan, 24 Desember 2017
http://www.gusmakruf.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s